Secara umum banyak kalangan sering mengistilahkan organisasi desa dengan nama “perangkat desa”. Tugas utamanya adalah melayani berbagai kebutuhan masyarakat yang berada dalam satu kelurahan.

Tanpa mereka, aliran dana yang dikucurkan pemerintah mustahil bisa sampai ke bawah. Sejauh ini, ada 5 struktur organisasi desa yang perlu diketahui. Apa sajakah?

1. Pelaksana Kewilayahan

Posisi yang mengisi struktur organisasi ini adalah Kepala Dusun dan Administrasi Desa. Seorang Kepala Dusun ditugaskan untuk membantu terselenggaranya program pemerintah di kawasan dusun.

Kadus juga wajib berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Bukan hanya perintah sana, perintah sini. Bagaimanapun, masyarakat dusun juga perlu arahan.

Sedangkan bagian Administrasi Desa dibagi menjadi 5 posisi berdasarkan peraturan Mendagri. Ada Administrasi Umum, Administrasi Keuangan, Administrasi Penduduk, Administrasi Badan Permusyawaratan, serta Administrasi Pembangunan.

Di desa terpencil biasanya belum ada yang menjabat bagian Administrasi Desa karena ruang lingkupnya kecil.

2. Pelaksana Teknis Desa

Kaur juga dibagi menjadi 5 posisi, yakni Kaur Pemerintah, Kaur Kesejahteraan Rakyat, Kaur Pembangunan, Kaur Umum, serta Kaur Keuangan. Masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Berikut selengkapnya.

  • Kaur Pemerintah memiliki tugas utama untuk membantu Kepala Desa dalam hal perumusan kebijakan serta pengelolaan administrasi.
  • Kaur Kesejahteraan Rakyat bertugas untuk melaksanakan program keagamaan dan pemberdayaan serta sosial kemasyarakatan.
  • Kaur Pembangunan bertugas untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan. Termasuk mengkaji perkembangan ekonomi masyarakat.
  • Kaur Keuangan bertugas untuk mengelola sumber pendapatan, susunan APB desa, serta melaporkan data-data keuangan. Biasanya Kaur Umum dibantu oleh Sekretaris Desa.
  • Kaur Umum bertugas sebagai pemelihara, penyedia, serta sosok yang bertanggung jawab terhadap fasilitas kantor. Ia juga harus mampu mengelola arsip desa, administrasi umum, serta inventaris kekayaan.

3. Badan Permusyawaratan Desa atau BPD

Adanya BPD dimaksudkan agar masyarakat bisa ikut andil terhadap kesejahteraan penduduk kelurahan. Maka dari itu, anggotanya pun dipilih dari penduduk desa berdasarkan masing-masing wilayah. Di desa terpencil, sulit rasanya menemukan keberadaan anggota BPD. Sebab, fungsinya tidak begitu kentara.

Berbeda dengan desa elit. Keberadaan BPD sangat diharapkan bisa menyalurkan aspirasi masyarakat serta mampu mengawasi jalannya pemerintahan desa.

Jadi, para perangkat desa jadi lebih hati-hati ketika menggunakan dana untuk kepentingan umum. Anggota BPD juga perlu hadir perangkat desa tengah membahas peraturan desa di Kelurahan.

4. Kepala Desa

Boleh dibilang, posisi Kepala Desa-lah yang paling menonjol ketimbang lainnya. Mengapa demikian? Sebab, ia memiliki tanggung jawab penuh terhadap pemberdayaan desa maupun penerapan program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Fungsi dan posisi Kades telah diatur oleh UU RI Nomor 6 Tahun 2014.

Seorang Kades wajib bersih dari KKN dan menjalankan kehidupan demokrasi. Ia juga perlu menjalin hubungan baik dengan seluruh mitra pemerintahan desa. Apabila antar-desa terjadi perselisihan, ia bertugas sebagai pendamai. Alhasil, nilai-nilai terkait sosial & budaya masyarakat tetap terjaga selama ia menjabat sebagai Kades.

5. Sekretaris Desa

Fungsi Sekretaris Desa kira-kira sama dengan asisten “atasan” yang ada di perusahaan-perusahaan. Hanya saja, ruang lingkupnya berada di kawasan pedesaan. Seorang Sekdes perlu memiliki kecakapan khusus dalam hal mengelola administrasi desa serta menyelesaikan tugas-tugas lain yang nantinya diberikan kepada Kades.

Selain kelima struktur organisasi desa di atas, sebetulnya ada satu posisi lagi yang tak boleh dilupakan. Hanya saja, porsi tugasnya paling kecil. Namanya Pamong.

Tugas utamanya adalah membantu terlaksananya program pemerintah di lapangan. Itu saja. Mudah-mudahan para perangkat desa di seluruh Indonesia bisa menjalankan tugas-tugasnya sebaik mungkin.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.