Apa itu kredit dan pembiayaan? Lalu apa perbedaan dari keduanya? Simak penjelasan kami secara lebih rinci disini.

Pengertian Kredit dan Pembiayaan

Menurut UU Nomor 10 Tahun 1998, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Sedangkan Pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak lain yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, maka dapat dijelaskan bahwa kredit atau pembiayaan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya diukur dengan uang, sebagai contoh adalah ketika sebuah bank membiayai kredit untuk pembelian rumah atau mobil.

Selain itu, adanya kesepakatan antara bank dengan nasabah penerima kredit, bahwa mereka sepakat dengan perjanjian yang telah dibuat.

Baca juga:
Mari Pahami Dulu Pengertian Pembiayaan Sebelum Mulai Berbisnis

Perbedaan Kredit dan Pembiayaan

Untuk melihat lebih jauh lagi apa perbedaan kredit dan pembiayaan, berikut ini penjelasannya:

Ada akronim BPR yaitu Bank Perkreditan Rakyat, dan BPRS yaitu Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Ternyata istilah perkreditan baru-baru ini telah diubah menjadi pembiayaan, karena awalnya merupakan kepanjangan dari Bank Perkreditan Rakyat Syariah.

Sesuai prinsip syariah, seharusnya memang tidak menggunakan kata perkreditan. Dalam syariat islam, hubungan antara Peminjam dan Pemberi Pinjaman tidak boleh mengambil keuntungan atau tarif lebih yang berbunga, karena itu riba. Maka dari itu diubahlah istilahnya menjadi “pembiayaan”.

Baca juga:
Pengertian Pembiayaan Multiguna dan Jenis, Serta Keunggulannya

Mengapa demikian? Karena dalam pembiayaan hubungannya adalah antara pembeli dan penjual. Dimana penjual boleh mengambil untuk barang atau jasa atau komoditi yang dijualnya.

Bisa disimpulkan secara umum bahwa kredit bermakna kepercayaan dari Pemberi Pinjaman kepada Peminjamnya. Fungsi dan tujuan adanya Kredit adalah untuk merangsang kegiatan saling tolong-menolong antara satu pihak dengan pihak lainnya. Dalam rangka memenuhi pencapaian kebutuhan.

Baik dalam bidang usaha atau kebutuhan sehari-hari. Sedang Pembiayaan secara umum merupakan sebuah tindakan yang didasari perjanjian dimana terjadi kegiatan jasa dan balas jasa atau prestasi dan kontras prestasi yang terpisah oleh unsur waktu.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.