Usaha kerajinan tangan dari tanah liat masih banyak ditemukan di kawasan Yogyakarta. Wajar sih karena warga Kota Gudeg ini memang terkenal akan kecintaan mereka terhadap dunia seni.

Meski kalah populer dengan barang elektronik yang serba-canggih itu, 5 kerajinan tangan ini masih diminati dari waktu ke waktu.

1. Asbak

Selagi rokok masih populer, penjualan asbak kiranya tak akan pernah surut. Meskipun saat ini sudah ada asbak versi aluminium sih.

Untuk bahan-bahannya sendiri terdiri dari tanah liat, air, ampelas, papan landasan, pelumas, hingga pisau. Sebelum bikin, pastikan memilih tanah liat yang tidak pecah-pecah, ya. Berikut cara membuatnya.

  • Campurkan tanah liat dengan air secukupnya. Kemudian pukul di atas landasan sampai lentur sehingga mudah dibentuk.
  • Lumuri tanah liat tadi pakai pelumas dan bentuk agar menyerupai lingkaran pada bagian luar.
  • Rapikan menggunakan pisau dengan penuh hati-hati agar sisi estetikanya tetap terjaga. Untuk membuat cekungannya juga bisa pakai pisau.
  • Balurkan air dan pelumas agar hasil kerajinan tangan Anda tidak mudah kering.
  • Sebelum dibakar dengan suhu tinggi, sebaiknya angin-anginkan dulu. Hindari panas matahari secara langsung karena bisa menyebabkan permukaannya jadi retak. Boleh saja sih dijemur, tapi tunggu dulu sampai agak keras.

2. Celengan

Dulu, di tahun 2000-an, banyak sekali celengan tanah liat yang ada di pasaran. Anak-anak suka sekali ketika “banting celengan” agar bisa melihat pundi-pundi uang receh yang selama ini mereka kumpulkan.

Baca juga:
5 Ide Bisnis Kreatif yang Menggunakan Barang Bekas

Kalau sekarang tidak bisa banting-banting lagi karena yang ada di pasar kebanyakan dari plastik. Meski begitu, penjualan kerajinan tangan ini tetap bagus kok.

Hanya saja, perlu dipoles dan dibentuk agar tampilannya menarik. Misalnya dengan membentuk celengan serupa Angry Bird, Kelinci, atau binatang-binatang lucu lainnya.

3. Teko

Dibandingkan untuk tempat menaruh air minum, teko yang berbahan tanah liat lebih banyak difungsikan sebagai hiasan. Apalagi ketika sudah dilapisi hiasan keramik yang membuat tampilannya serba-mengilat.

Di acara-acara besar seperti resepsi pernikahan, teko seringkali dibeli untuk kebutuhan suvenir atau oleh-oleh buat para tamu.

4. Vas Bunga

Keberadaan vas plus bunga di ruang tamu bisa membuat suasana jadi terasa segar, meski bukan tanaman sungguhan sih. Apalagi kalau bunga yang ditaruh pada vas memiliki banyak variasi. Untuk membuat vas bunga dari tanah liat itu cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya.

  • Siapkan bahan-bahannya dulu seperti tanah liat, air, cat, kuas, serta meja putar.
  • Campurkan air dan tanah liat. Setelah lentur, langsung saja ubah jadi bentuk vas bunga dengan cara menaruhnya di atas meja putar.
  • Rapikan dan lumasi vas tadi dengan pelumas.
  • Jemur vas bunga buatan Anda, lalu bakar dengan suhu tinggi agar warnanya cepat memerah.
  • Setelah jadi, lukis permukaan luar vas sesuai selera. Kalau niatnya untuk dijual, sebaiknya manfaatkan tren yang ada di sekeliling. Misalnya banyak orang yang suka dengan game Mobile Legend. Nah, Anda bisa lukis karakter-karakter yang ada di game itu.

5. Tungku Pembakaran

Meski sekarang banyak yang pakai kompor gas, tapi penjualan tungku tanah liat di desa-desa masih cukup laris. Sebab, mereka masih menggunakan bahan bakar dari kayu untuk memasak.

Jika pakai bata ditumpuk-tumpuk, tentu sangat merepotkan. Sedangkan pakai tungku tanah liat ini dinilai lebih praktis tanpa harus bongkar-pasang lagi.

Berapa lamakah usaha kerajinan tangan dari tanah liat bisa bertahan di pasaran? Sedangkan produk-produk berbahan besi, aluminium, dan lain-lain semakin sering melakukan penetrasi.

Hmm. Sulit juga ya untuk menjawabnya. Berdasarkan laju perkembangan zaman, setiap usaha yang dilakukan dengan penuh kreativitas biasanya memiliki tempat tersendiri di pasar.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.