Bagi pendatang, kebutuhan akan Surat Keterangan Domisili sama pentingnya dengan KK maupun KTP. Umumnya, SKD ini dikeluarkan oleh camat, lurah, ataupun RT/RW.

Cara membuat Surat Keterangan Domisili mula-mula bisa dengan datang langsung ke Balai Desa atau rumah RT/RW. Selengkapnya, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Penuhi Syarat-Syaratnya untuk Membuat SKD

Jumlah persyaratan yang diminta tidak banyak kok. Anda cukup sediakan dokumen seperti Surat Permohonan, surat pengantar, e-KTP, KK, dan pas foto ukuran 3 x 4 (masing-masing 1 lembar).

Baca juga:
NIB adalah Nomor Induk Berusaha, Ini Manfaat dan Langkah Membuatnya

Kalau Anda berhalangan karena sibuk oleh pekerjaan atau apa, bisa diwakilkan ke orang lain dengan membuatkan surat kuasa lebih dahulu.

2. Datang Langsung ke RT/RW dan Balai Desa

Sebelum ke Balai Desa atau Kelurahan, amat disarankan untuk pergi ke rumah RT/RW. Sebab, di sanalah Anda nantinya akan dibikinkan Surat Pengantar. Untuk prosedurnya, ikuti saja aturan dan format yang berlaku secara umum.

Nanti juga dikasih tahu kok sama pihak RT/RW. Ada baiknya untuk bertamu pada sore hari agar tidak mengganggu aktivitas.

Berbekal Surat Pengantar dari RT/RW, segera pergi ke Kelurahan di keesokan harinya. Jangan lupa untuk membawa foto ukuran 3 x 4, surat permohonan di atas materai, e-KTP, plus KK. Harap untuk membawa KK dan KTP yang asli, ya. Biar nantinya proses verifikasi yang dilakukan oleh petugas bisa cepat kelar.

Baca juga:
Kenali 5 Struktur Organisasi Desa Beserta Tugasnya

Begitu proses verifikasi selesai, pihak petugas langsung menerbitkan SKD. Biasanya tidak makan waktu lama kok. Paling mentok cuma 2 jam.

Terutama kalau pengunjung yang datang ke Balai Desa tidak terlalu banyak. Setelah jadi, Anda bisa gunakan SKD untuk berbagai keperluan. Tapi sebelum meninggalkan Kelurahan, ada baiknya untuk cek lagi berkasnya.

Apa Saja Manfaat Surat Keterangan Domisili?

1. Bisa untuk Membantu Pembuatan Dokumen untuk Legalitas

Apakah Anda berniat untuk melakukan transmigrasi dan membuka usaha di tempat baru? Kalau iya, jangan lupa untuk bikin Surat Keterangan Domisili.

Surat ini amat dibutuhkan ketika Anda ingin memiliki dokumen penting seperti SIUP dan NPWP. Tujuannya tentu biar usaha Anda dianggap legal oleh pihak pemerintah.

2. Membantu Pengurusan Akta Kelahiran Anak

Di era sebelum tahun 1990, Akta Kelahiran Anak memang belum begitu dianggap penting. Tapi pada tahun ini, keberadaannya bisa dikatakan wajib.

Sebab, tanpa Akta Kelahiran Anak, si kecil tidak bisa mendaftar sekolah ataupun ikut berbagai lomba antar-sekolah. Misalnya lomba pramuka di tingkat kecamatan atau kabupaten.

Adanya Surat Keterangan Domisili bisa membuat proses pengurusan Akta Kelahiran Anak jadi lebih cepat. Soalnya pihak pemerintah memerlukan kejelasan identitas yang dimiliki oleh orang tua anak sebagai pendatang.

3. Melengkapi Berkas Dokumen untuk Melamar Pekerjaan

Di internet, banyak sekali lowongan pekerjaan untuk umum. Begitu didatangi, ternyata harus menyerahkan e-KTP sebagai syarat agar tidak macam-macam ketika sudah diterima kerja. Kalau tak ada e-KTP, pihak penerima kerja pun membolehkan calon pekerja untuk menyerahkan SKD sebagai pengganti.

4. Membantu Pengurusan Beasiswa

Program beasiswa sekolah tersedia untuk tingkat SD hingga perguruan tinggi. Biasanya, sebelum beasiswa turun, pihak siswa/mahasiswa harus melakukan verifikasi identitas lebih dulu.

Baik yang berkenaan dengan dirinya maupun orang tua. Bagi seorang pendatang, SKD wajib dimiliki agar status identitas anak lebih valid.

Cara membuat Surat Keterangan Domisili di atas telah diatur berdasarkan UU No. 24 Tahun 2013. Selain untuk keperluan menetap di lokasi baru, Anda juga diberi pilihan untuk membuat SKD Sementara.

Masa berlakunya cuma 1 tahun. Ketika ingin memperbarui SKD Sementara, Anda bisa langsung lapor ke Suku Dinas via kantor Kecamatan setempat.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.